Alasan Kenapa Gojek Driver Masih Riskan di Kota Kecil

Desember 08, 2017 mod gojek 0 Comments

Alasan Kenapa Gojek Driver Masih Riskan di Kota Kecil

Gojek driver merupakan sebuah fenomena dalam dunia transportasi saat ini. Bagaimana tidak, hampir di setiap daerah baik itu kota besar maupun kota kecil, layanan ojek online ini sangat diminati meskipun di sebagian daerah di kota kecil masih terdapat beberapa gesekan antara gojek driver dengan ojek pangkalan biasa. Berbeda dengan kota besar, dimana ojek online dan ojek pangkalan sudah bisa berjalan secara sinergis, terlebih dengan banyaknya para driver ojek pangkalan yang mendaftar menjadi gojek driver atau driver online lainnya. Tentunya hal ini bukan tanpa alasan, ada beberapa faktor yang membuat para driver dari kedua kubu ini bisa berjalan secara beriringan di kota kota besar seperti di Jakarta atau kota besar lainnya. Apa sajakah faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya hal tersebut?

Waktu
Kota kota besar senantiasa menjadi tempat pertama dikembangkannya dan dipasarkannya segala produk, termasuk produk jasa gojek ini. Hal ini membuat kota besar mengenal gojek lebih awal dibanding dengan kota kecil. Mungkin saja di awal pengenalan aplikasi gojek ada konflik antara gojek driver dengan ojek lainnya. Tapi seiring berjalannya waktu, sengketa tersebut bisa diminimalisir dan sedikit demi sedikit kedua belah pihakbisa saling menerima.

Mobilitas Masyarakat
Mobilitas masyarakat perkotaan sangatlah ketat dan merata di seluruh wilayahnya. Hal ini berdampakpada kebutuhan jasa transportasi yang sangat besar. Kebutuhan transportasi yang sangat besar ini mungkin membuat persaingan yang terjadi tidak begitu kentara karena baik gojek driver maupun ojek pangkalan bisa mendapatkan penghasilan yang masih mencukupi. Berbeda dengan di kota kecilyang mobilitasnya rendah. Hal ini mungkin sangat berdampak pada penghasilan di kedua pihak.

Melek Teknologi
Dari segi teknologi, kota besar tentunya lebih maju dibanding kota kecil. Hal ini juga berpengaruh pada kapasitas SDM nya. SDM kota besar bisa dibilang lebih melek teknolog di banding kota kecil. Hal ini sangat memungkinkan para ojek pangkalan bisa bergabung menjadi gojek driver dan menjadi driver ojek online yang notabene berbasis teknologi. Sedangkan di kota kecil, SDM masyarakat nya mungkin tidak merata. Masih banyak pengendara ojek yang tidak memahami apa itu gojek, gps, aplikasi berbasis android dan lain-lain. Hal ini membuat mereka lebih memilih untuk mempertahankan komunitasnya dibanding bergabung dengan komunitas baru yang mengharuskan sesuatu yang tidak mereka kuasai.

Merasa Pribumi
Kota besar merupakan tempat bercampurnya segala etnis sehingga sikap merasa pribumi atau rasa memiliki daerah sendiri sudah tidak ada. Bisakita lihat Jakarta, pastinya anda tahu kalau Jakarta itu sangat sepi jika waktu lebaran tiba. Hal ini sudah menjadi bukti bahwa kebanyakan penduduk di Jakarta adalah perantau. Kondisi merantau ini membuat seseorang memiliki toleransi yang lebih besar terhadap sekitar karena bukan berada di daerahnya sendiri. Semakin banyak perantau, semakin tinggi toleransi akan kebebasan yang ada. Berbeda dengan kota kecil yang mungkin masih jarang perantau. Rasa memiliki akan daerah sendiri masih sangat kental. Hal ini membuat ego menjadi tinggi sehingga mereka tidak bisa menerima perubahan. Termasuk dalam masuknya fenomena gojek driver atau ojek online ke wilayah mereka. Bahkan terkadang terjadi tindakan anarkis terhadap gojek driver dari pribumi ini. Tak heran jika di kota kecil,banyak gojek driver yang tidakmengenakan seragam nya.

Itulah 4 alasan utama kenapa gojek driver bisa berkempang pesat di kota besar tapi tidak di kota kecil. Indonesia adalah negara yang memiliki budaya dan etnis yang beranekaragam. Tentunya kita harus bisa lebih toleransi terhadap perbedaan dan perubahan yang ada dalam kehidupan ini. Termasukdalam menyikap fenomena gojek ini. Toh rejeki ini tidak akan tertukar dengan rejeki orang lain.

You Might Also Like

0 komentar: